Wednesday, May 24, 2017

Cara Menanam Jahe
Cara Menanam Jahe - Halo sobat Gooretro anda pasti tahu jenis tanaman umbi yang sangat erat kaitannya denagan negara tropis seperti negara kita. Jahe bisa dimanfaatkan hampir di semua jenis industri. Jadi jika anda hanya tahu jahe berguna untuk bumbu dapur saja, rasanya anda patut membaca banyak literatur lainnya seputar jahe. Pasalnya jahe juga ternyata bermanfaat dalam dunia kecantikan dan juga kesehatan.

Jahe yang dikenal dengan nama latin (Zingiber officinale), adalah tanaman rempah-rempah jenis rimpang yang terkenal karena mengandung banyak manfaan dan khasiat sebagai obat berbagai jenis penyakit dari yang ringan sampai yang mematikan. Rimpang jahe berbentuk jemari yang menggempal di ruas tengah. Jahe sendiri memiliki rasa yang lumayan pedas disebabkan oleh adanya senyawa keton bernama zingeron rasa pedas yang ditimbulkan jahe beda dengan cabai, karena pedas jahe bukan hanya pedas dimulut tapi bisa juga untuk menghangatkan badan saat cuaca dingin maupun saat menderita sakit demam.

Jahe termasuk suku Zingiberaceae / temu-temuan. Nama ilmiah jahe dinamai oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, yang diadopsi dari dari Bahasa Sanskerta, singaberi.

Walaupun jahe sangat melekat erat dengan kehidupan masyarakat indonesia tapi jahe sendiri bukan tanaman asli negara kita. Jahe diperkirakan berasal dari India. Tapi ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan (RRC). Dari India, jahe dibawa sebagai rempah - rempah dagang yang menyebar sampai ke Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga sampai ke belahan bumi Timur Tengah.

Bentuk fisik batang tanaman jahe memiliki kulit semu dengan tinggi 30 sampai 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan akar yang berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau yang sangat khas. Daun menyirip dengan panjang mencapai 15 sampai 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.

Jahe juga memiliki Bunga yang tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 sampai 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bagian samping bunga dan kepala putik berwarna ungu. dan memiliki tangkai putik berjumlah dua.

Cara Menanam Jahe

Dari penjelasan singkat tentang jahe di atas pasti anda sudah tidak sabar ingin mengetahui "Cara Menanam Jahe" agar kita bisa menikmati segudang manfaat dari jahe dengan jeripayah kita sendiri dan anda juga bisa menikmati manfaat maksimal jahe tanpa pupuk kimia dan pestisida dengan menanam sendiri jahe di pekarangan rumah atau bisa juga di dalam pot/polybag.

Syarat memilih bibit jahe yang baik untuk di tanam :
  1. Berasal dari tanaman jahe yang sudah tua yang di tandai tajuk kering sekitar ber umur 9 sampai dengan 10 bulan. 
  2. Rimpang Jahe sudah melewati masa dormansi (1 -1,5 bulan) masih ssegar, tidak ada tanda bibit penyakit atau pembusukan. 
  3. Kulit rimpang tidak lecet atau memar akibat galian. 
  4. Pilih Rimpang yang besar dan subur. 
  5. Bibit berkualitas adalah bibit yang baik (tidak disimpan terlalu lama), 
  6. Memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik. Mutu fisik adalah bibit bebas hama dan penyakit. 
  7. Rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya dipotong-potong dengan cuter steril atau di potes langsung, dengan menyisakan 2 - 3 bakal mata 
  8. tunas dengan bobot sekitar 25 - 60 g untuk jahe putih besar, 20 - 40 g untuk jahe putih kecil dan jahe merah. 

Alat dan Bahan

Untuk alat dan bahat yang akan anda perlukan untuk menanam jahe di pekarangan rumah / polybag kamu cukup menyiapkan bahan dan alat sebagai berikut :
  1. Bibit Jahe. 
  2. Plastik polybag dengan kapasitas 5 kg sebanyak yang anda ingin perlukan. Jika tidak mempunyai polybag anda juga bisa mengganti dengan media tempat bekas cat atau karung bekas. Disini kita harus menyediakan wadah menanam sebab pekarangan biasanya sempit. Polybag / Pot sangat cocok digunakan agar tanaman jahe tidak memakan banyak tempat.
  3. Tanah yang subur dan gembur, Gembur artinya remah dan komposisi liat, pasir, dan debunya seimbang. Subur artinya banyak kandungan unsur haranya. Jika tanah yang digunakan sudah subur dan gembur, sebenarnya tidak diperlukan penambahan bahan lain. Namun karena jarang didapatkan tanah yang subur dan gembur, maka diperlukan penambahan bahan lain seperti pasir dan pupuk. 
  4. Pupuk organik. Pupuk organik bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau bokashi (hasil fermentasi mikroorganisme). Meskipun menggunakan pupuk kandang, akan lebih bagus jika pupuk kandang yang telah dihancurkan dan difermentasi sehingga lebih cepat diserap oleh akar tanaman. Pupuk harus bersih dari benda-benda yang mengganggu, seperti plastik, batu atau benda lainnya. 
  5. Sekam, secukupnya.
Setelah semua bahan-bahan yang anda butuhkan lengkap, saatnya kita memulai proses eksekusi penanaman. Anda cukup mengikuti langkah-langkah dibawah ini untuk proses cara menanam jahe :
  1. Pertama, Siapkan bibit jahe yang hendak anda gunakan. ambil bibit jahe dari indukan dan simpan di tempat yang lembab dan tertutup. Setelah tumbuh tunas, ambil indukan tadi dan mulailah memotongnya menjadi bibit jahe kecil. Per bibit usahakan ada 2 tunas. Setelah itu, rendam bibit di dalam larutan agrimicin 0,1% selama kurang lebih 8 jam. Setelah itu, angkat dan keringkan. (Jika tidak mempunyai larutan agrimicin anda bisa melewati proses tersebut)
  2. Kedua, campur bahan yang sudah anda persiapkan seperti tanah berhumus, sekam dan juga pupuk organik / kandang hingga merata. Perbandingan dari keseluruhan penyampuran 3 banding 1 banding 1. Artinya jika anda menggunakan 3 ember tanah berhumus, maka anda harus mencampurnya dengan 1 ember pupuk organik / kandang dan juga 1 ember sekam.
  3. Tahap ketiga, mulailah memasukkan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan sekam secara merata ke dalam plastik polybag. Isi polybag hingga memenuhi ¾ dari kapasitas kantong. Kemudian sisiplah bibit jahe di dalamnya dengan bibit telah anda persiapkan pada tahap pertama.
  4. Pada dasarnya jahe akan tumbuh lebat setelah 90 HST atau 3 bulan setelah masa tanam. Saat kita menunggu jahe yang telah kita tanam tumbuh dan berkembang dengan baik di minggu awal setelah penanaman bibit jahe anda bisa menyiram tanah di polybag yang kita gunakan untuk menanam jahe dengan air secukupnya, hal ini bertujuan agar media tanah dan bibit dapat menyatu dengan baik, dan bibit tidak kekeringan.
  5. Setelah jahe tumbuh dan berkembang, anda bisa melakukan proses pemeliharaan standar seperti pemupukan. Anda bisa menggunakan campuran pupuk urea dan KCL saat jahe berusia 1 bulan. Perbandingannyannya 3:4. Per polybag mendapat 1 sendok teh. Saat jahe memasuki umur 3 bulan, kurangi takaran menjadi ½ sendok teh per polybag.
  6. Langkah pemeliharaan selanjutnya adalah tindakan preventif dan represif pada hama dan penyakit. Gunakan pestisida dan perhatikan sistem drainase. Jangan sampai air menggenang dan menjadkan rimpang jahe busuk.
  7. Terakhir adalah proses pemanenan. Pada umumnya jahe bisa dipanen setelah usia 8 bulan HST.

Itulah sedikit ulasan tentang cara menanam jahe yang bisa anda praktek kan di pekarangan rumah anda. Cara ini tergolong sangat mudah dan sederhana. Cara ini juga bisa anda gunakan untuk menghemat anggaran biaya belanja dapur anda. Selain bisa menjadi media penghemat anggaran belanja bulanan pekarangan anda juga akan tampak asri dengan hadirnya tanaman yang kaya manfaat ini. Terima kasih dan Semoga bermanfaat.
Situs Pengetahuan Paling Ringan & Tanpa Iklan